Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Ciri-ciri Anak Tidak Bahagia di Sekolah

http://faktabukanopini.blogspot.com/
Karakter dan kepribadian anak memang berbeda-beda. Ada yang pendiam dan ada yang periang. Namun biasanya jika anak pulang dari sekolah pasti akan bercerita tentang segala sesuatu yang terjadi di sekolah. Ini bukan berarti si anak tidak mempunyai masalah di sekolahnya. Mungkin saja ia punya masalah berat di sekolahnya. Berikut ini beberapa tanda untuk mengenali anak yang tak bahagia di sekolah.


Sakit perut sebelum berangkat sekolah

Saat pertama kali masuk sekolah adalah wajar bagi anak-anak tertentu untuk mempunyai perasaan seperti ini. Namun, bila ternyata hal ini menimbulkan masalah yang serius, bahkan berulang, berarti ada yang ditakutkan oleh si kecil.



Gelisah dan takut

Anak memperlihatkan sikap yang tidak biasanya, seperti menggigit-gigit kuku, mengisap jempol, memainkan dan menarik rambut, mengompol, atau selalu menangis di sekolah.



Diam

Anak tidak mau berbicara mengenai sekolah atau gelisah dan takut pada saat Anda mengajaknya bertemu dengan guru atau pada waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah.



Bosan

Si kecil tidak tertarik atau tidak mau mengerjakan pekerjaan sekolah dan pekerjaan rumah atau tidak lagi mau membawa pulang pekerjaan rumah.



Bermasalah di sekolah

Bila anak menggangu kelas atau membuat masalah di dalam kelas, sebaiknya Anda minta bantuan. Banyak anak bersikap menutup-nutupi bila tidak senang akan sesuatu hal.



http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/ciri-ciri-anak-tidak-bahagia-di-sekolah.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Puasa Ternyata 'Jitu' Redam Stres

Beberapa studi baru menyebutkan bahwa puasa selain bisa memperpanjang usia, meningkatkan sensitivitas insulin, ternyata juga resistensi terhadap stres. Benarkah ?



Salah satu peneliti, Mattson Mark P Mattson dari National Institute on Aging, mengatakan pihaknya akan melakukan sebuah studi baru yang akan membandingkan kesehatan sekelompok orang yang makan tiga kali sehari dan mereka yang berpuasa, tapi dengan menu yang serupa.



"Makan berlebihan kini tengah menjadi masalah besar di berbagai negara adidaya. Yang memprihatinkan, kondisi itu kini meningkat di kalangan anak-anak sehingga tak sedikit dari mereka yang akhirnya mengalami kelebihan berat badan.



Memang kini belum ditemukan cara efektif untuk membuat orang makan lebih sedikit, puasa bisa dijadikan solusi," kata Mattson, seperti dikutip dari Associated Press. "Dari hasil studi pun terbukti bahwa melewatkan waktu makan tidak akan berakibat buruk untuk Anda."



Sementara itu, Dr Carol A Braunschweig dari University of Illinois di Chicago, yang bukan bagian dari tim studi, mengatakan ia tertarik dengan ide bahwa perubahan drastis dalam pola makan mungkin memiliki manfaat.



"Dengan epidemi obesitas dan aktivitas fisik yang dihadapi AS, identifikasi pola makan bisa menangani beberapa efek tak diinginkan dari kelebihan berat badan. Ini akan menjadi penemuan yang sangat signifikan," katanya.



"Kami berpikir, absennya makanan akan membebankan stres pada sel dan sel meresponsnya dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi stres yang lebih parah," kata Mattson.



Dia mengatakan para peneliti berpikir kondisi ini terjadi di seluruh bagian tubuh, tak mengherankan bila puasa memperpanjang usia manusia dan hewan serta menjadi lebih resisten terhadap penyakit penuaan. Lebih lanjut, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa ahli gizi telah merekomendasikan makan dalam jumlah kecil tapi lebih sering.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

MINAT MASYARAKAT TERHADAP MIPA PERLU DITINGKATKAN



Jakarta --- Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal menilai, minat masyarakat terhadap bidang studi matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) perlu ditingkatkan. Hingga saat ini, minat masyarakat Indonesia sendiri terhadap MIPA sebagai pilihan studi di perguruan tinggi masih tergolong mengkhawatirkan.


Fasli menyampaikan, dari 5,2 juta mahasiswa saat ini, hanya tiga persen yang memilih MIPA. "Bila melihat negara maju, paling tidak 10 persen mahasiswanya tumbuh di MIPA," kata Fasli ketika menjadi pembicara pada acara Pengkajian Ramadhan 1432 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (11/8), di di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Acara ini mengusung tema "Reaktualisasi dan Kontekstualisasi Islam Berkemajuan di Tengah Peradaban Global".



Islam berkemajuan, menurut Fasli harus didukung dengan pengetahuan sains yang mumpuni. Oleh karena itu keberadaan Fakultas FMIPA di perguruan tinggi yang diampu oleh organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Muhammadiyah, sangatlah penting. "Karena perkembangan teknologi selalu dimulai dari MIPA sebagai basis keilmuan," tuturnya.




Fasli menjelaskan, untuk merealisasikan Islam yang maju, perlu ditingkatkan kualitas dan akses pendidikan umum di setiap lembaga pendidikan tanpa harus kehilangan ruh Islaminya. "Adanya dikotomi antara pendidikan agama dengan pendidikan umum di lembaga penyelenggara pendidikan keagamaan merupakan penyebab sulit terwujudnya pendidikan Islam yang berkemajuan," tuturnya.


Melihat hal ini Fasli menghimbau agar para aktivis dan pengurus Muhammadiyah, terutama yang bergerak di bidang pendidikan mulai melakukan sinergi dan mengadopsi pendidikan umum. Fasli melihat pengalaman ketika dia menjabat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi tidak kurang tujuh Fakultas Kedokteran berhasil didirikan oleh beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah. "Langkah ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah melihat pentingnya juga pendidikan umum dan sains."



Fasli melihat potensi lain yang dapat ditumbuhkan oleh para ilmuwan Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki banyak sekali ilmuwan yang mumpuni baik di bidang sains maupun sosial, hanya saja belum terorganisasi secara baik. Maka dari itu Fasli menyarankan agar segera mungkin para pengurus Muhammadiyah dapat mendata para ilmuwan yang lengkap dengan kategori keilmuwannya. "Mari kita siapkan agenda penelitian untuk mereka menurut minat dan bidang ilmu yang mereka kuasai, kemudian nanti disambut oleh block grant khusus penelitian," ujar Fasli.


Mengenai pendanaan penelitian, Fasli melihat peluang lain. Selama ini banyak sekali lembaga penyalur zakat, infak, sedekah dan wakaf mulai membidik dunia pendidikan. Implementasiannya berupa bangunan fisik dan mulai ada kecenderuangan pemberian beasiswa. "Saya melihat hal ini sangat positif, walaupun masih sedikit yang melihat pentingnya peningkatan mutu pendidikan. Jika memungkinkan, dana-dana tersebut dapat ikut mendanai penelitian," kata Fasli.


Fasli yakin, dampak yang diciptakan oleh hasil penelitian selain ikut meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan, akan banyak manfaat yang akan diterima oleh umat. (yoggi)
Sumber : Kemendiknas

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

3 rahasia sukses sampai selama-lamanya



Ada banyak rahasia, tips dan kunci untuk mencapai kesuksesan di dalam hidup ini, mulai dari yang ditulis di dalam buku-buku pengembangan diri, sampai yang banyak dipresentasikan pada seminar-seminar motivasi dengan biaya yang sangat mahal. Yang menjadi pertanyaan, apakah semuanya itu bisa bertahan sampai selama-lamanya? Apakah semuanya itu dapat bertahan saat keadaan sudah tidak sesuai dengan yang dibayangkan?



Lebih daripada itu semua, ada tiga rahasia hidup sukses yang sangat sederhana dan dapat diterapkan detik ini juga, dan yang ketiganya tidak bisa dipisahkan, bahkan ketiganya saling berkaitan satu sama lain, dan ini adalah rahasia untuk mencapai kesuksesan dan mempertahankan kesuksesan tersebut, sampai selama-lamanya.
1.





Takut Akan Tuhan!





Spoiler for :
Tuhan adalah sumber dari segala kehidupan. Tuhan adalah awal dari segala kehidupan. Tuhan adalah akhir dari segala kehidupan. Tidak ada satu perkarapun yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan.



Kita manusia bisa menyembunyikan isi hati kita kepada manusia lainnya, tetapi kita tidak akan pernah bisa menyembunyikan isi hati kita dari Tuhan. Tuhan tahu segala-galanya yang ada di dalam lubuk hati kita yang paling dalam sekalipun, meskipun kita berusaha menyembunyikannya. Maka dari itu hiduplah dengan takut akan Tuhan, jagalah hati kita agar tidak melawan Tuhan, dan jagalah hati kita agar tetap setia kepada Tuhan, sampai selama-lamanya. Karena Tuhan tahu apa yang ada di dalam hati kita, dan selanjutnya Tuhan akan menentukan apa yang akan terjadi atas hidup kita, sesuai dengan apa yang ada di dalam hati kita.




"Orang jahat boleh saja menyembunyikan isi hatinya yang jahat itu dari orang lain, dan merencanakan perbuatannya yang jahat itu terhadap orang lain, tetapi, sampai selama-lamanya orang baik yang hidup dengan takut akan Tuhan, tidak akan pernah ditinggalkan-Nya, bahkan orang jahat pun tidak akan mampu mencelakakannya."



2. Disiplin!





Spoiler for :
Mulai sekarang, belajarlah untuk hidup disiplin dalam segala hal, meskipun sulit, meskipun banyak rintangan, meskipun banyak godaan, meskipun banyak hambatannya, meskipun berat, tetapi sepanjang sejarah dunia ini, orang yang hidup dengan menabur disiplin yang tinggi akan menuai hasil berlipat-lipat kali ganda. Sepuluh kali lipat, seratus kali lipat, bahkan sampai seribu kali lipat akan dihasilkan dari tangan orang yang hidupnya dipenuhi dengan disiplin dalam segala hal.



Karena apa yang kita kerjakan pada hari ini, akan menentukan apa yang akan kita peroleh pada hari esok. Apa yang kita tabur sekarang ini, akan menentukan apa yang akan kita tuai pada masa yang akan datang, bahkan untuk hal-hal yang sekecil apapun yang kita lakukan pada hari-hari ini, akan menentukan perkara-perkara besar yang pasti akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.




Berjalanlah dengan melihat ke depan, jangan terus-terusan melihat kebelakang. Yang dibelakang cukup dijadikan sebagai pengalaman saja, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan, tetapi kita masih dapat menentukan yang mungkin terjadi di depan, yaitu melalui apa yang sedang kita kerjakan dan lakukan saat ini, sekarang ini, hari ini, dan detik ini.




"Orang yang malas, boleh saja menghabiskan hari-harinya hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri dan hidup semaunya sendiri, tetapi, sampai selama-lamanya orang yang hidupnya rajin dan disiplin tidak akan pernah kekurangan apapun juga yang dia perlukan, walaupun dunia ini dilanda kelaparan, namun dia akan tetap kenyang karena kerajinan dan kedisiplinannya."






3. Jangan Sombong!







Spoiler for :
Mengapa ada banyak orang kaya yang tidak bisa mempertahankan kekayaannya? Mengapa ada banyak orang yang pintar dan merasa dirinya cerdas namun tidak menjadi sukses? Mengapa ada banyak pejabat-pejabat tinggi yang hidupnya berakhir dalam kesengsaraan? Mengapa ada atlet-atlet yang walaupun sudah berlatih sangat keras, namun tidak kunjung memperoleh kemenangan? Mengapa ada banyak orang yang walaupun sudah jatuh bangun dalam merintis usaha, namun tidak kunjung memperoleh hasil yang diharapkannya?



Itu semua karena masih adanya benih-benih kesombongan yang pada akhirnya tumbuh menjadi tunas yang sangat berbahaya bagi diri orang-orang tersebut! Di atas langit masih ada langit, bumi yang besar ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan matahari, seluruh jagat raya ini tidak lebih besar dari Yang Menciptakannya. Sumber yang paling utama dari segala kekuatan kita, kelebihan kita, kepintaran kita, kecakapan kita, kemampuan kita bukanlah diri kita sendiri, tetapi karena kemurahan dan kebaikan Sang Pencipta yang sudah memberikan serta menganugerahkannya kepada kita.




Janganlah kita menjadi sombong, karena kita memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang lain, tetapi berusahalah untuk tetap rendah hati, walaupun seluruh isi dunia ini ada di dalam genggaman tangan kita.




"Orang yang sombong boleh saja bermimpi untuk menguasai seluruh isi dunia ini, bahkan berjuang mati-matian untuk mewujudkan mimpinya tersebut, tetapi, sampai selama-lamanya justru orang yang rendah hatilah yang akan mendapatkan segala sesuatu yang luar biasa, yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, bahkan yang tidak pernah timbul di dalam hatinya."


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Bulan Ramadhan Kali Ini Sekolah Gak Libur


Setelah lama menanti akhirnya bulan suci ramadhan tiba juga, dengan semangat sebulan penuh menunaikan ibadah puasa insyallah aku gak akan berhenti menyajikan artikel-artikel asik di blog ini.


Sebenarnya seperti tahun-tahun sebelumnya di daerah aku Banda Aceh dimana setiap bulan puasa sekolah diliburkan, tapi mulai tahun ini semuanya berubah sekolah tetep jalan saat puasa.

Jujur aja berat buat aku untuk jalanin sekolah sambil puasa di bulan ramadhan ini karena ini merupakan bulan ramadhan yang pertama yang aku laluin sambil sekolah.

Mungkin ada beberapa kawan-kawan yang di luar Aceh gak pada tau biasanya kalau pada bulan ramadhan itu di daerah Aceh biasanya semua sekolah itu di liburkan tapi mulai tahun ini entah kenapa sekolah tetep jalan meskipun bulan puasa.

Aku kurang informasi ne kenapa tahun ini di Banda Aceh tetap sekolah di bulan puasa, kenapa gak libur aja L .

Padahal aku udah buat rencana yang cukup panjang untuk liburan bulan ramadhan kali ini, tapi semuanya batal aku lakuin.

Gak apalah mungkin ada hikmah di balik semua ini(sok bijak akunya).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ternyata Inilah Beda Korupsi Zaman Orba dan Sekarang


http://3.bp.blogspot.com/-Ru5UxI92cSk/Ti0_cxW7znI/AAAAAAAACUY/DqVvdEkf4Fg/s1600/54605_korupsi_300_225.jpg

Beda Korupsi Zaman Orba Dan Sekarang-Pola korupsi ternyata berubah dari waktu ke waktu. Namun korupsi pada zaman sekarang, ternyata lebih parah ketimbang di masa orde baru ketika dipimpin Presiden Soeharto.

Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan mengatakan, korupsi saat ini cenderung memakan dana APBN yang notabenenya dialokasikan untuk rakyat. Berbeda dengan korupsi era orde baru yang umumnya 'memakan' dana-dana non-bujeter.


"Hari ini fokus korupsi justru mengurangi APBN kita. Berbeda dengan dulu, pada masa Soeharto," ujarnya ditemui di Gedung Graha Niaga, Jakarta, Senin (25/7/2011).

Pada era Soeharto, kata Anies, korupsi yang dilakukan cenderung menggunakan dana non-bujeter, tidak memakan dana APBN.

"Dulu dana untuk Puskesmas misalnya, itu ada dananya, dan tetap dipakai untuk Puskesmas. Yang dikorup dari dana non-bujeter dan dari lisensi-lisensi," terang Anies.

Ia menambahkan, zaman dahulu korupsi diambil dari adanya izin tol yang diberikan ke oknum tertentu, izin impor mobil, izin impor gandum, dan sebagainya. "Toh, itu bukan APBN kan yang dipotong, kalau hari ini kan yang dipotong APBN," tukasnya.

"Praktek pakai BUMN misalnya, sebagai sumber pendanaan, itu sudah jadi rahasia umum. APBN terpaksa dipotong untuk dibagikan ke kelompok atau partai tertentu. Sekarang dijadikan bancakkan dan dipangkas," lanjut Anies.

Jika hal ini dibiarkan terus, lanjut Anies, maka implikasinya berujung pada rakyat yang semakin menderita.

"Memang membuktikan secara legal itu sangat sulit. Tapi orang-orang sudah tahu kalau itu terjadi. Itu harus dihentikan segera, Presiden harus berbicara untuk hentikan itu," katanya.

Hal ini pada akhirnya menjadi hal yang krusial. Sampai-sampai orang luar melakukan penilaian terhadap itu, bahwa korupsi masih menjadi penghalang bagi tumbuh kembangnya ekonomi RI.

"Biarlah orang luar, internasional, menilai hal tersebut. Yang penting dari kita, dari dalam, harus ada political will yang kuat. Jangan pangkas anggaran rakyat, itu penting," tegasnya.kolom-inspirasi.blogspot.com


Dirinya berharap agar oknum-oknnum tertentu meninggalkan tindak korupsi tersebut dan jangan menyusahkan rakyat.

"Ini memang sulit, masih sulit, karena kalau dicoba dibuktikan dari hukum pasti akan membentur tembok besar dan kuat," tutur Anies.[kolom-inspirasi.blogspot.com]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments