Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Penghasilan Pengamen yang Sangat Mengejutkan

Agan agan tau berapa penghasilan pengamen di kereta? Ane sebenernya belum tau pasti. Tapi kalau pakai logika dan perhitungan, hasilnya membuat ane terkaget-kaget. Ane tadi barusan naik kereta dan mencoba menghitung penghasilan pengamen di kereta kelas ekonomi.

http://faktabukanopini.blogspot.com/

Sistem Penghitungan

Dalam 1 hari pengamen bisa masuk 10 rangkaian kereta.

Dalam 1 rangkaian kereta biasanya ada 8 gerbong.

Dalam 1 gerbong ada 100 orang.

Jumlah misal uang yang diberi tiap penumpang:

Rp. 1000

Rp. 500

Rp. 200



Jika 100 orang memberi

Jika 100 orang memberi uang Rp. 1000

100 orang x Rp. 1000 = Rp. 100.000 x 8 gerbong = Rp. 800.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 8.000.000

dalam 1 hari = Rp. 8.000.000

dalam 1 bulan = Rp. 8.000.000 x 30 hari = Rp. 240.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 240.000.000 x 12 bulan = Rp. 2.880.000.000

Jika 100 orang memberi uang Rp. 500

100 orang x Rp. 500 = Rp. 50.000 x 8 gerbong = Rp. 400.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 4.000.000

dalam 1 hari = Rp. 4.000.000

dalam 1 bulan = Rp. 4.000.000 x 30 hari = Rp. 120.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 120.000.000 x 12 bulan = Rp. 1.440.000.000

Jika 100 orang memberi uang Rp. 200

100 orang x Rp. 200 = Rp. 20.000 x 8 gerbong = Rp. 160.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 1.600.000

dalam 1 hari = Rp. 1.600.000

dalam 1 bulan = Rp. 1.600.000 x 30 hari = Rp. 48.000.000

dalam 1 tahun = Rp. Rp. 48.000.000 x 12 bulan = Rp. 576.000.000



Jika 50 orang memberi

Jika 50 orang memberi uang Rp. 1000

50 orang x Rp. 1000 = Rp. 50.000 x 8 gerbong = Rp. 400.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 4.000.000

dalam 1 hari = Rp. 4.000.000

dalam 1 bulan = Rp. 4.000.000 x 30 hari = Rp. 120.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 120.000.000 x 12 bulan = Rp. 1.440.000.000

Jika 50 orang memberi uang Rp. 500

50 orang x Rp. 500 = Rp. 25.000 x 8 gerbong = Rp. 200.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 2.000.000

dalam 1 hari = Rp. 2.000.000

dalam 1 bulan = Rp. 2.000.000 x 30 hari = Rp. 60.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 60.000.000 x 12 bulan = Rp. 720.000.000

Jika 50 orang memberi uang Rp. 200

50 orang x Rp. 200 = Rp. 10.000 x 8 gerbong = Rp. 80.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 800.000

dalam 1 hari = Rp. 800.000

dalam 1 bulan = Rp. 800.000 x 30 hari = Rp. 24.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 24.000.000 x 12 bulan = Rp. 288.000.000

Quotehanya 20 orang aja yang memberi.



Jika 20 orang memberi

Jika 20 orang memberi uang Rp. 1000

20 orang x Rp. 1000 = Rp. 20.000 x 8 gerbong = Rp. 160.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 1.600.000

dalam 1 hari = Rp. 1.600.000

dalam 1 bulan = Rp. 1.600.000 x 30 hari = Rp. 48.000.000

dalam 1 tahun = Rp. Rp. 48.000.000 x 12 bulan = Rp. 576.000.000

Jika 20 orang memberi uang Rp. 500

20 orang x Rp. 500 = Rp. 10.000 x 8 gerbong = Rp. 80.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 800.000

dalam 1 hari = Rp. 800.000

dalam 1 bulan = Rp. 800.000 x 30 hari = Rp. 24.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 24.000.000 x 12 bulan = Rp. 288.000.000

Jika 20 orang memberi uang Rp. 200

20 orang x Rp. 200 = Rp. 4.000 x 8 gerbong = Rp. 32.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 320.000

dalam 1 hari = Rp. 320.000

dalam 1 bulan = Rp. 320.000 x 30 hari = Rp. 9.600.000

dalam 1 tahun = Rp. 9.600.000 x 12 bulan = Rp. 115.200.000



Perhitungan paling pahit adalah jika dalam 1 gerbong hanya 20 orang yang memberi itupun dengan uang paling kecil yaitu Rp. 200

Jika 20 orang memberi uang Rp. 200

20 orang x Rp. 200 = Rp. 4.000 x 8 gerbong = Rp. 32.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 320.000

dalam 1 hari = Rp. 320.000

dalam 1 bulan = Rp. 320.000 x 30 hari = Rp. 9.600.000

dalam 1 tahun = Rp. 9.600.000 x 12 bulan = Rp. 115.200.000



Namun jika itu dalam bulan itu adalah hari-hari yang baik, kita bisa terkaget dengan penghasilannya. Dari 100 orang memberi Rp.1000

Jika 100 orang memberi uang Rp. 1000

100 orang x Rp. 1000 = Rp. 100.000 x 8 gerbong = Rp. 800.000 x 10 rangkaian kereta = Rp. 8.000.000

dalam 1 hari = Rp. 8.000.000

dalam 1 bulan = Rp. 8.000.000 x 30 hari = Rp. 240.000.000

dalam 1 tahun = Rp. 240.000.000 x 12 bulan = Rp. 2.880.000.000



Namun siapa sangka. Tiap orang pasti akan memberi dengan jumlah yang beragam mulai Rp. 200, Rp. 500, Rp. 1000, atau bahkan Rp. 2000 dan Rp. 5000. Jadi disini ane bisa menarik kesimpulan penghasilan perbulan mulai dari Rp. 9.600.000 sampai Rp. 240.000.000



Ini cuma perhitungan logika ane aja gan. Entah bagaimana pada kehidupan aslinya. Tapi itu perhitung ane udah dari yang paling pahit. Sampai yang rata-rata diterima. Moga bisa menambah pengetahuan agan semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ini Dia 5 Bahasa Di Dunia yang Sulit Dipelajari

MAJALAHASIK.COM - Mempelajari bahasa asing memang bukan hal yang mudah. Ada huruf yang berbeda, susunan kata yang tidak biasa, sampai pengucapan kata yang asing di lidah. Menurut penelitian, seseorang paling mudah mempelajari bahasa dengan susunan kata dan pengucapan yang mirip dengan bahasa sehari-harinya. Masing-masing bahasa mempunya tingkat kesulitan yang berbeda. Berikut lima bahasa yang paling sulit dipelajari seperti dikutip dari thirdage.

1. China
Bahasa China dianggap sulit dipelajari karena sangat menekankan pada intonasi. Penekanan intonasi yang berbeda bisa membuat arti kata yang diucapkan sangat berbeda. Tak hanya itu, ribuan huruf China yang sulit dan rumit membuat bahasa yang cukup populer di dunia tersebut makin susah untuk dipelajari.

2. Arab
Untuk orang Eropa, bahasa Arab memiliki kemiripan yang sangat sedikit dengan bahasa mereka. Membaca tulisan dalam bahasa Arab juga dianggap agak sulit karena pengucapan vokal yang agak berbeda dengan bahasa Inggris. Sama seperti bahasa Cina, huruf-huruf Arab juga menjadi salah satu kesulitan jika ingin cepat mempelajari bahasa ini. Perubahan bentuk huruf dalam kalimat yang berbeda ketika suatu huruf digabungkan juga membuat belajar bahasa Arab lebih menantang.

3. Jepang
Lagi-lagi bahasa dengan huruf yang rumit masuk dalam daftar ini. Jepang, seperti sudah banyak diketahui memiliki ribuan karakter dengan sifat yang berbeda. Selain ribuan karakter, ada tiga cara penulisan dan dua jenis daftar suku kata membuat orang harus memiliki ingatan yang kuat ketika mempelajari bahasa Jepang.

4. Korea
Struktur kata, pemahaman kalimat, dan konjugasi kata kerja yang berbeda membuat bahasa Korea bukan bahasa yang mudah diserap. Selain struktur penggunaan kata, huruf-huruf Korea yang tak kalah rumit juga membuat bahasa asal bintang K-Pop tersebut sulit dipelajari dengan cepat.

5. Hungaria
Bahasa Hungaria dianggap sulit dipelajari karena tidak memiliki kemiripan atau rumpun yang sama dengan bahasa apapun. Tidak seperti bahasa Indonesia yang memiliki beberapa kemiripan dengan bahasa Malaysia, bahasa Hungaria tidak mirip dengan bahasa apapun. Karena itu seseorang harus mulai dari nol untuk mempelajarinya.

Kesulitan lain ketika mempelajari bahasa Hungaria adalah bahasa ini memiliki sifat kata untuk penyebutan feminin, maskulin, dan netral gender. Selain itu, 7 konjugasi yang berbeda juga membuat bahasa negara yang terletak di benua Eropa tersebut makin rumit untuk segera dipahami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments