Showing posts with label Criminal/Hukuman. Show all posts
Showing posts with label Criminal/Hukuman. Show all posts
Kebengisan Tentara Amerika Serikat Terhadap Anak Petani Afghanistan
Labels: Army/Militer, Criminal/Hukuman, Fatal/Parah | at 12:14 PM
Jeremy Morlock, serdadu Amerika Serikat berusia 22 tahun, tampak cengengesan di samping jenazah Gul Mudin, anak petani Afghanistan, yang baru saja dia bantai bersama teman-temannya. Ini terjadi pada 15 Januari 2010 tapi baru sekarang terungkap.
Serdadu Amerika Serikat, rekan satu tim Jeremy Morlock yang juga berpose di samping jenazah Gul Mudin, anak petani Afghanistan, yang baru saja dia bantai bersama teman-temannya. Ini terjadi pada 15 Januari 2010, dan Washington pun geger.
Kebengisan serdadu Amerika Serikat kembali terkuak. Kali ini melibatkan para serdadu AS yang bersama-sama serdadu negara Barat lainnya sedang menjajah Afghanistan.
Menjijikkan bagi kita sebagai manusia dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai Amerika Serikat.
Banyak sekali foto dan video yang menunjukkan kelakuan para serdadu AS sedang cengengesan usai membantai warga sipil Afghanistan. Pembantaian sipil serupa sering terjadi tetapi di podium, para jenderal AS berdalih, sasaran sesungguhnya adalah militan bersenjata.
Kini, dari banyak foto dan video para serdadu pembantai itu, ada tiga yang dipublikasikan media Jerman, Der Spiegel, Senin (21/3/2011) dan bikin geger Washington, pusat kendali perang Afghanistan yang kini juga "mengganyang" Libya.
Foto pertama menunjukkan Jeremy Morlock, serdadu AS berusia 22 tahun, sedang tersenyum di samping jenazah Gul Mudin, anak seoerang petani yang baru saja dia bantai. Peristiwa itu terjadi pada 15 Januari 2010.
Seymour M Hersh dari majalah New Yorker menyebutnya tindakan seperti itu kemungkinan bagian dari aktivitas olahraga serdadu AS.
Tuduhan Seymour M Hersh bukan tanpa alas fakta. Selain dia pernah menginvestigasi kebengisan serupa dalam penjajahan Sekutu di Irak, olahraga para serdadu itu juga pernah terungkap di pengadilan.
Foto berikutnya menunjukkan serdadu lain dalam tim Jeremy Morlock yang juga berpose di samping jenazah yang sama. Hanya, ia tak tampak cengengesan. Morlock dan empat serdadu lainnya kini diadili atas tuduhan membunuh tiga warga sipil, termasuk Gul Mudin tadi.
Sedangkan foto ketiga menunjukkan dua jenazah warga sipil yang diikat yang juga berasal dari koleksi foto dan video salah seorang tersangka. Hanya, kasus pembunuhan dua jenazah tersebut belum ditelusuri.
Menanggapi publikasi foto-foto itu, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Rodham Clinton, langsung menelepon pejabat Afghanistan guna mendiskusikan masalah tersebut. Ia tak disebutkan meminta maaf.
Penasehat Keamanan Nasional AS, Tom Donilon, juga menjalin kontak dengan Afghanistan. Maklum, AS sedang merayu Afghanistan agar diizinkan membangun pangkalan militer secara permanen di wilayah negeri itu.
Adapun permintaan maaf disampaikan Kolonel Thomas Collins, sekaligus menyatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan peradilan militer terhadap total 12 serdadu terkait kasus itu. Mereka disebut sebagai "tim pembunuh".
Militer dalam pernyataannya mengakui, tindakan seperti dalam foto-foto itu "menjijikkan bagi kita sebagai manusia dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai Amerika Serikat."
Tetapi, ini bukan kejadian pertama. Salah satunya, serdadu lelaki dan perempuan AS terlihat berpose mengejek para tahanan yang sudah ditelenjangi di penjara Abu Graib, 20 mil di barat Baghdad, Irak.
Itu delapan tahun silam, ketika AS dan sekutunya berambisi menumpas negara berdaulat di bawah kendali Saddam Hussein, dan kemudian menggantungnya. Kini, negara-negara Barat yang sama sedang menjajah Libya di bawah kendali Kolonel Moammar Khadafy.
Source
http://www.zonamaya.info/2011/03/kebengisan-serdadu-amerika-serikat.html
Hati Hati Mengupload Foto di Facebook dan Twitter, Awass Hacker Mengintai Anda!
Labels: Criminal/Hukuman, Cyber/Internet, Hazard/Bahaya | at 5:46 AM

Tak hanya beresiko foto-foto tersebut beredar dan dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab tapi kejahatan juga akan mengintai Anda.
Pasalnya, melalui foto-foto tersebut, para penjahat dunia maya bisa mengetahui keberadaan lokasi si pengunggah.
Foto-foto yang diambil dari kamera ponsel dan kemudian langsung dibagikan di Twitter, bukan hanya sebatas informasi gambar saja, melainkan menyimpan informasi yang tak diketahui oleh pengunggah.
Dalam konferensi hacker Next HOPE di New York, seorang ahli keamanan mendemonstrasikan bagaimana ia memindai sekira 2,5 juta link foto yang tersebar di Twitter.
Dari jumlah tersebut, ia mampu menyebutkan lokasi koordinat (posisi lintang dan bujur) sekira 65.000 foto, dan itu tanpa diketahui pemilik foto.
'Ini menunjukkan bahwa keamanan privasi telah gagal,' kata Ben Jackson ahli keamanan Mayhemic Labs seperti diberitakan Cnet.
Proses pemindaian foto untuk menentukan posisi koordinat, dimungkinkan bila foto tersebut diambil dari ponsel. generasi ponsel yang ada saat ini memiliki fitur geotag foto.
Geotagging ini adalah sebuah proses pemberian identifikasi geografis dalam metadata suatu media seperti video, foto, website, dalam metadata nantinya akan terdapat informasi koordinat.
Para hacker bisa melakukan injeksi ke EXIF metadata foto yang diambil dari kamera tersebut untuk mengetahui lokasi.
Sebenarnya Twitter dan jejaring sosial lainnya, memiliki layanan untuk berbagi lokasi tapi kebanyakan pengguna jarang mengaktifkannya
Source
http://www.unik-menarik-aneh-lucu.co.cc/2010/07/hati-hati-mengupload-foto-di-facebook.html
Subscribe to:
Posts (Atom)










