Showing posts with label kebudayaan politik indonesia. Show all posts
Showing posts with label kebudayaan politik indonesia. Show all posts

Istimewanya HUT Kemerdekaan RI Kali Ini

Headline
inilah.com/Agus Priatna



INILAH.COM, Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 kemerdekaan Indonesia 17 Agustus kali ini spesial. Pasalnya peringatan bertepatan dengan bulan Ramadan dan peringatan turunnya Al-Quran yaitu Nuzulul Quran.



Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan pada sidang bersama DPR-DPD di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2011).



"Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa sekaligus penuh makna. Besok, tanggal 17 Agustus 2011 bertepatan dengan tanggal 17 Ramadan 1432 Hijriyah, segenap rakyat Indonesia di seluruh penjuru tanah air, akan bersama-sama merayakan hari yang sangat bersejarah bagi kita semua," kata dia.

"Segenap rakyat Indonesia akan merayakan 66 tahun Proklamasi kemerdekaan negara kita. Pada tanggal yang penting itu pula, kaum muslimin dan muslimat akan memperingati Nuzulul Qur’an, hari diturunkannya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Sungguh kita syukuri karena kita akan memperingati dua peristiwa bersejarah itu secara bersamaan," ujar Presiden.



Presiden juga menyatakan, proklamasi kemerdekaan bangsa di hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan tanggal 9 Ramadan 1364 Hijriyah bukan suatu kebetulan. Bung Karno sebagai Proklamator telah merencanakannya dengan matang ketika didesak segera memproklamirkan kemerdekaan.



"Bung Karno dengan tegas menyatakan bahwa saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan adalah pada tanggal 17 Agustus," kata dia.



SBY juga mengatakan kemerdekaan harus dimaknai dalam esensinya yang paling dalam. Kemerdekaan tidak hanya membebaskan dari ketertindasan, namun juga harus mendorong untuk bekerja lebih keras. Kemerdekaan, lanjut dia tidak hanya sebuah peristiwa istimewa yang dirayakan setiap tahunnya, namun juga untuk membuat bersatu menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa dan negara.

Kemerdekaan, kata dia tidak hanya meneguhkan kemandirian, namun juga sebuah ajakan, untuk bersama bangsa-bangsa lain mendorong kerja sama dan kemitraan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. "Di atas semua itu, sesungguhnya kemerdekaan adalah sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, makmur, unggul dan bermartabat," tuturnya. [mvi]



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pohon Pinang Tak Laku untuk 17 Agustus



<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a>



 Pohon Pinang Tak Laku untuk 17 Agustus

Jakarta - Sudah dua kali Hari Kemerdekaan RI, Abdullah selalu tekor. Pohon pinang yang dijualnya tidak juga laku karena Hari Kemerdekaan bertepatan dengan Bulan Ramadan. Abdullah pun gigit jari.



"Belum ada yang laku (jualannya). Dari awal puasa sampai sekarang belum ada yang laku," ujar Abdullah saat ditemui sedang berjualan di pinggir Jl Manggarai Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2011).



Abdullah menuturkan, dirinya berjualan 7 buah pohon pinang pada tahun ini, tapi belum ada yang laku. Padahal 2 tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, dia selalu berhasil menjual 10 buah pohon pinang dengan harga Rp 900 ribu per pohon.



"Harga Rp 900 ribu sudah bisa dipakai untuk panjat pinang. Tingginya 10 meter, barangnya dari Serang dan Banten. Bisa diantar dan dibawa sendiri," terang pria yang sudah 20 tahun berjualan pohon pinang ini.



Pria berusia 72 tahun ini berjualan pohon pinang dengan mengeluarkan modal Rp 700 ribu lalu dijual kembali Rp 900 ribu. Dia berharap ada langganan setia yang akan membeli pohon pinang ini.



Karena tahun kemarin pohon pinang tidak laku, penjual lainnya enggan berjualan pohon untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan itu. Hingga kini, hanya Abdullah saja yang masih setia berjualan pohon pinang.



"Biasanya dari ujung ke ujung ramai orang pada jualan pohon pinang," kata Abdullah yang sehari-hari berjualan kerajinan bambu ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Denny Indrayana: Nasib Neneng Yang Tahu Penegak Hukum

Keberadaan istri Nazaruddin, Neneng Sriwahyuni, masih abu-abu.

Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengatakan penegak hukum yang seharusnya tahu posisi Neneng saat ini.

“Di mana istrinya dan segala macamnya, yang pasti yang tahu penegak hukumlah,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam diskusi Trijaya ‘Polemik’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Sabtu (13/8/2011).

Denny mengatakan, untuk saat ini yang mendapat red notice hanya Nazar. Sedangkan status Neneng belum sebagai tersangka untuk kasus apa pun.

“KPK sendiri kan belum menetapkan dia sebagai tersangka, apalagi red notice. Jadi memang ada teknis di situ,” jelasnya.

“Soal yang bersangkutan di mana posisinya, yang paling pas menjawab soal informasinya ya teman-teman di kepolisian, di KPK, di penegak hukum,” tambahnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments